Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi.
pentingnya peran pangan, Bakal Calon Walikota Bandung Hildan Kristo yang biasa di sapa Kang Wildan Menyikapi hal tersebut.
Adapun ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.
Saat ditemui wartawan BolpoinNews beliau memaparkan penting nya ketahanan pangan di Kota Bandung untuk menuju Kota Bandung yang akan menjadi lebih baik. Kamis , 13/06/2024.
"Ketahanan pangan dan pengendalian inflasi ujungnya juga untuk pengentasan kemiskinan dan stunting sehingga menjadi satu fokus pondasi bagi sebuah kota atau daerah," Ucap Kang Hildan.
Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.
Pengertian ketahanan pangan, tidak lepas dari UU No. 18/2012 tentang Pangan. Disebutkan dalam UU tersebut bahwa Ketahanan Pangan adalah “kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”.
"Masalah atau perihal ketahanan pangan jangan dianggap sepele oleh pemimpin yang akan menjabat dikemudian hari ,karena pada dasar nya keinginan masyarakat bukan menginginkan hidup mewah saat memilih pemimpin nya melainkan hal kecil yang amanah yaitu fokus pada sandang ,papan dan pangan nya agar terpenuhi" Ucap Hildan.
“Kemandirian Pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat”. Tambahnya.
Dari sisi tataniaga, sudah menjadi rahasia umum akan panjangnya rantai pasokan yang mengakibatkan perbedaan harga tingkat produsen dan konsumen yang cukup besar dengan penguasaan perdagangan pangan pada kelompok tertentu (monopoli, kartel dan oligopoli). Sedangkan dari sisi konsumsi, pangan merupakan pengeluaran terbesar bagi rumah tangga (di atas 50% dari jumlah pengeluaran). Yang disayangkan adalah fenomena substitusi pangan pokok dari pangan lokal ke bahan pangan impor.
RED : YS/ Yayan


إرسال تعليق